periksa kelembapan beton sebelum epoxy digunakan

Pemasangan epoxy lantai tidak hanya bergantung pada kualitas cat dan keterampilan aplikator. Kondisi permukaan beton juga berperan penting dalam menentukan keberhasilan pekerjaan. Salah satu faktor yang perlu diperiksa sebelum aplikasi adalah kelembapan beton.

Beton yang terlihat kering belum tentu memiliki kondisi kelembapan yang sesuai untuk dilapisi epoxy. Kandungan air di dalam beton, kelembapan yang naik dari bawah lantai, serta pengembunan pada permukaan dapat menimbulkan masalah apabila tidak diperiksa terlebih dahulu.


Konsultasi dan Survey Gratis

Hubungi Kami di :
☎️ 0811-8677-782 atau Klik Disini Untuk Whatsapp
✉️ marketing@pilarutamaepoxy.com
💻 www.aplikatorepoxylantai.com


Karena itu, pemeriksaan kelembapan beton sebelum epoxy merupakan bagian penting dari persiapan pekerjaan, terutama pada area gudang, pabrik, dan bangunan industri.


Mengapa Kelembapan Beton Berpengaruh pada Epoxy Lantai?

epoxy lantai dengan beton yang pas menghasilkan hasil yang kuat!

Epoxy merupakan sistem pelapis berbasis resin yang membentuk lapisan pada permukaan beton. Agar lapisan tersebut bekerja sesuai spesifikasi, beton harus memenuhi persyaratan material yang digunakan, termasuk kondisi permukaan dan kelembapannya.

Baca: Jasa Floor Hardener & Trowel Terbaik!

Kelembapan berlebihan dapat mengganggu ikatan antara lapisan epoxy dan beton. Dalam kondisi tertentu, tekanan uap air maupun keberadaan garam terlarut juga dapat berkontribusi terhadap kerusakan lapisan.

Permasalahan ini tidak selalu terlihat segera setelah pemasangan. Lantai dapat tampak rapi ketika pekerjaan selesai, tetapi menunjukkan gelembung atau pengelupasan setelah digunakan.

Oleh sebab itu, penilaian kondisi beton tidak sebaiknya hanya berdasarkan warna atau tampilan permukaan.


Risiko Memasang Epoxy pada Beton yang Terlalu Lembap

Ada beberapa masalah yang dapat terjadi apabila aplikasi dilakukan tanpa memastikan kondisi kelembapan memenuhi persyaratan.

1. Lapisan epoxy menggelembung
Gelembung atau blistering dapat muncul ketika terdapat masalah kelembapan maupun tekanan osmotik di bawah lapisan. Namun, gelembung juga dapat disebabkan faktor lain, sehingga pemeriksaan penyebab tetap diperlukan.

2. Epoxy mengelupas dari permukaan beton
Kegagalan daya lekat atau delamination dapat terjadi apabila kondisi substrat tidak sesuai. Selain kelembapan, kontaminasi, persiapan permukaan yang kurang baik, dan kelemahan beton juga dapat menjadi penyebab.

3. Muncul perubahan tampilan permukaan
Kondensasi dan kelembapan lingkungan yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada hasil akhir beberapa produk epoxy, termasuk perubahan tampilan yang dikenal sebagai blooming atau blushing.

4. Biaya perbaikan bertambah
Jika kerusakan sudah meluas, pekerjaan perbaikan mungkin memerlukan pembongkaran lapisan yang gagal, pemeriksaan ulang beton, dan pemasangan sistem baru. Hal ini berpotensi mengganggu operasional gudang maupun pabrik.

Menurut panduan teknis Sika, pengendalian kelembapan dan titik embun merupakan bagian dari persyaratan aplikasi beberapa sistem lantai epoxy.


Berapa Batas Kelembapan Beton yang Diperbolehkan?

Tidak ada satu angka kelembapan yang berlaku untuk seluruh jenis epoxy lantai. Batas yang diperbolehkan bergantung pada sistem resin, primer, metode pengujian, dan persyaratan produsen.

Sebagai contoh, lembar data teknis Sikafloor-161 HC dari Sika Indonesia menetapkan kandungan kelembapan substrat di bawah 4% berdasarkan metode pengujian yang disebutkan pada produk tersebut.

Namun, angka ini tidak boleh langsung dijadikan standar universal untuk semua merek epoxy. Produk lain dapat memiliki ketentuan berbeda, termasuk ketika pengujian menggunakan kelembapan relatif internal beton.

Hal penting lainnya adalah membedakan kelembapan udara, kandungan air beton, dan kelembapan relatif di dalam beton. Ketiganya merupakan parameter yang berbeda dan tidak dapat dibandingkan secara langsung hanya berdasarkan angka persentasenya.

Sebelum pekerjaan dimulai, aplikator sebaiknya memeriksa lembar data teknis atau Technical Data Sheet (TDS) dari sistem epoxy yang benar-benar akan digunakan.


Cara Mengecek Kelembapan Beton Sebelum Epoxy

1. Periksa kondisi visual dan riwayat lantai

Langkah awal adalah mengamati kondisi permukaan beton. Perhatikan adanya bercak gelap, rembesan, genangan, atau endapan putih yang dapat menunjukkan masalah kelembapan maupun garam.

Riwayat lantai juga perlu diketahui. Misalnya, kapan beton dicor, apakah pernah mengalami kebocoran, dan apakah terdapat sumber air dari bawah maupun sekitar bangunan.

Pemeriksaan visual bermanfaat sebagai identifikasi awal, tetapi tidak cukup untuk memastikan bahwa beton telah memenuhi batas kelembapan yang disyaratkan.

2. Gunakan alat pengukur kelembapan

Pengujian dapat dilakukan menggunakan alat atau metode yang sesuai dengan spesifikasi material.

Beberapa produk memperbolehkan pengujian dengan moisture meter tertentu, metode kalsium karbida, atau pengeringan oven. Untuk proyek yang mensyaratkan pengujian kelembapan relatif internal beton, metode seperti ASTM F2170 dapat digunakan sesuai ketentuan proyek.

Penting untuk memahami bahwa hasil dari metode berbeda tidak selalu dapat saling menggantikan.

Pengujian sebaiknya dilakukan pada lokasi yang mewakili kondisi lantai, terutama area yang dicurigai memiliki kelembapan lebih tinggi.

3. Perhatikan titik embun atau dew point

Selain kandungan air beton, kondisi udara saat aplikasi juga perlu diperiksa.

Titik embun merupakan suhu ketika uap air di udara mulai mengalami kondensasi. Jika suhu permukaan beton terlalu dekat dengan titik embun, air dapat mengembun pada permukaan meskipun lantai sebelumnya terlihat kering.

Sebagai contoh, beberapa produk Sikafloor mensyaratkan suhu permukaan minimal 3°C di atas titik embun untuk mengurangi risiko kondensasi.

Pengukuran ini memerlukan informasi suhu udara, kelembapan relatif, dan suhu permukaan beton. Pemeriksaan perlu dilakukan sesuai kondisi aktual selama pekerjaan.


Apa yang Harus Dilakukan Jika Beton Masih Lembap?

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kelembapan melebihi persyaratan, pemasangan epoxy sebaiknya tidak langsung dilanjutkan menggunakan sistem standar.

Langkah pertama adalah mengidentifikasi sumber kelembapan. Jika masalah berasal dari kebocoran pipa, rembesan air, atau drainase yang buruk, sumber tersebut perlu ditangani terlebih dahulu.

Untuk beton baru yang masih dalam proses pengeringan, waktu tambahan mungkin diperlukan. Penggunaan ventilasi dan pengendalian kondisi lingkungan dapat membantu, tetapi hasilnya tetap perlu dibuktikan melalui pengujian ulang.

Dalam kondisi tertentu, sistem penghalang kelembapan khusus dapat dipertimbangkan. Namun, pemilihannya harus sesuai dengan kondisi substrat dan rekomendasi produsen.

Sebagai contoh, Sika menjelaskan penggunaan sistem temporary moisture barrier tertentu ketika kadar kelembapan melebihi batas pada produk yang bersangkutan. Solusi tersebut bukan berarti seluruh jenis epoxy dapat diaplikasikan langsung pada beton basah.


Jasa Floor Hardener Untuk Hasil Beton Terbaik

Kami CV Pilar Utama Epoxy juga menyediakan jasa floor hardener yang menjamin apapun jenis epoxy yang anda gunakan pasti merekat sempurna juga kuat selama puluhan tahun. Anda tidak perlu lagi memikirkan kelembapan beton sebelum epoxy ataupun hal teknis yang memusingkan lainnya. Cukup hubungi nomor dibawah untuk konsultasikan dengan tim kami dan kami akan bereskan semua itu untuk anda!

Contact Whatsapp : 0811-8677-782
Mail : marketing@pilarutamaepoxy.com

Atau Hubungi Kami

Similar Posts